EN | ID
Ingat saya
JURNAL

Balanophora indica

30 November 2017 kategori Jurnal

Penulis: Yusran E. Ritonga

Dibaca: 82 Kali

Sepintas jika melihat tumbuhan ini, yang tercetus dipikiran kita adalah jamur. Tumbuh di lantai hutan gunung yang lembab dan berkarpetkan lumut hijau, ada tanaman khas yang bersembunyi dibalik sebuah tanaman inang. Bagi kita yang gemar menjelajah hutan gunung mungkin pernah melihat sebuah bunga yang mirip bunga jahe (ginger). Balanophora adalah nama yang disematkan oleh ilmuwan untuk satu jenis tanaman eksotik ini.  Balanophora berasal dari keluarga Balanophoraceae dan memiliki 19 spesies. Persebaran Balanophora berada dikawasan tropis, meliputi Asia, Afrika, Madagaskar, China, Australia dan Kepulauan Pasifik. Balanophora hidup pada ketinggian antara 900 sampai dengan 2800 meter dari permukaan air laut. Hutan gunung merupakan adalah habitat yang cocok untuk Balanophora.

Tumbuhan aneh ini anggotanya parasit pada akar tumbuhan lain dan dari akar ini mereka menyedot hara makanannya. Hara ini termasuk juga karbohidrat karena tumbuhan ini tidak memiliki pigmen hijau klorofil.  Species ini tidak terbatas pada satu tumbuhan inang, tetapi beberapa tumbuhan yang berupa pohon dan perdu. Dapat dikatakan bahwa tumbuhan ini tidak membunuh inangnya.

Tumbuhan parasit ini memiliki umbi yang lasung terhubung dengan akar inang. Bentuk umbi dapat beraneka ragam kadang padat dan terkadang bercabang seperti batu karang. Batang pendek bercabang dan perbungaan terminal di bentuk di dalam umbi dan menembusnya. Batang terdiri sampai 20 helaian daun yang dari bawah hingga atas semakin kecil. Dalam satu umbi terdapat dua bunga (jantan dan betina).

Tumbuhan inang yang tercatat adalah Schefflera , Debregeasia, Albizia, Ficus dan Vaccinium. Tumbuhan ini banyak mengandung lilin, pada masa sulit dahulu orang sunda sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menggunakan lilin tumbuhan ini sebagai penerangan.


Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2017 All Right Reserved. Design by Paragraph