EN | ID
Ingat saya
JURNAL

Kebun Biologi UNY, Tempat Berlindung Kupu-Kupu Raja (Troides helena)

04 January 2017 kategori Jurnal

Penulis: Rahmadiyono Widodo

Dibaca: 261 Kali

Indonesia merupakan negara dengan biodiversitas tertinggi nomor 2 di dunia. Sayangnya, laju kepunahan biodiversitas di Indonesia juga merupakan salah satu yang tercepat di dunia. Tidak hanya tentang Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan Orang utan (Pongo pygmaeus dan Pongo abelii), laju kepunahan juga mengancam hewan yang lain, tidak terkecuali serangga. Hewan dan tumbuhan yang masuk kategori terancam biasanya masuk dalam daftar CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature). Salah satu serangga yang masuk dalam daftar CITES adalah Kupu-Kupu Raja (Troides helena).

Kupu-Kupu Raja atau yang sering disebut dengan Troides helena dalam dunia internasional dikenal dengan sebutan Common Birdwing. Di Indonesia Troides helena dilindungi oleh Peraturan Pemerintah (PP) No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Pada lingkup global sendiri, Troides helena keberadaannya termasuk dalam daftar Appendix II CITES. Artinya adalah jika perdagangan (dalam hal ini juga termasuk pengawetan) terhadap Troides helena tidak diatur, maka kemungkinan Troides helena semakin cepat menuju kepunahan. Status dan perlindungan yang dimiliki oleh Troides helena tidak terlepas dari populasinya yang tidak banyak dialam bebas. Berbicara mengenai jumlah populasi, maka tidak dapat dipisahkan dari tempat hidup (habitat) beserta sumber makanan dari hewan tersebut.

Catatan tentang lokasi habitat dan sumber pakan Troides helena di Indonesia bisa dikatakan tidak banyak. Akan tetapi tetap ada. Untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri, catatan perjumpaan dan habitat Troides helena ada dibeberapa lokasi seperti Pantai Indrayanti, Gunung Api Purba Ngglanggeran, lereng selatan Gunung Merapi, dan Kebun Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Kebun Biologi FMIPA UNY bisa dikatakan sebagai habitat Troides helena yang tergolong unik. Mengapa demikian? Karena lokasi Kebun Biologi FMIPA UNY berada di wilayah perkotaan. Kebun Biologi UNY menjadi tempat yang penting sebagai perlindungan kupu-kupu Troides helena karena di kebun yang tidak terlalu luas tersebut terdapat Butterfly Sunctuary yang dikelola oleh kelompok studi mahasiswa ARWANA yang bergerak dalam konservasi kupu-kupu dan habitatnya.

Mahasiswa yang tergabung dalam ARWANA UNY sengaja menanam sirih hutan (Aristolochia spp.) yang menjadi tumbuhan inang atau makanan bagi ulat kupu-kupu Troides helena. ARWANA dan mahasiswa biologi UNY melakukan konservasi terhadap kupu-kupu Troides helena di Kebun Biologi UNY karena melihat dari status kupu-kupu tersebut yang dilindungi. Fakta pada 3 tahun terakhir menunjukkan Kebun Biologi UNY menjadi tempat berlindung kupu-kupu Troides helena yang ditandai dengan semakin banyak kupu-kupu Troides helena yang berkembangbiak di Kebun Biologi UNY.

(Foto Kupu-Kupu Troides helena yang sedang matting di Butterfly Sunctuary Kebun Biologi UNY) 

Kebun Biologi UNY menjadi bukti nyata gerak Universitas Negeri Yogyakarta menuju arah green campus. Selain itu, adanya kupu-kupu Troides helena dan spesies hewan yang lain di Kebun Biologi UNY sering menjadi sumber belajar bagi mahasiswa UNY dan pelajar-pelajar di DIY bahkan luar DIY. Hal ini membuktikan Kebun Biologi UNY menjadi nilai tambah yang dimiliki UNY sebagai kampus kependidikan.

(Kunjungan SMA N 1 Cikarang di Kebun Biologi UNY)

(Kunjungan Universitas Jendral Soedirman di Kebun Biologi UNY)


Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2017 All Right Reserved. Design by Paragraph