EN | ID
Ingat saya
ARTIKEL

Ubah Umbi Beracun Jadi Pangan Kaya Serat

18 October 2017 kategori Artikel

Penulis: BW Admin

Dibaca: 79 Kali

Ubah Umbi Beracun Jadi Pangan Kaya Serat

Kebiasaan konsumsi beras sebagai sumber karbohidrat utama telah menyisihkan berbagai kearifan pangan lokal. Ubi hutan atau gadung misalnya, jenis umbi yang memiliki nama ilmiah Dioscorea hispida ini merupakan salah satu kearifan pangan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang mulai tersisih dan kurang dikenal kaum muda.

Tanaman ini mudah dan cepat tumbuh sehingga bisa ditemukan diberbagai wilayah nusantara dengan nama lokal beragam. Diantaranya magar (Sikka), siaffa (Sinjai), kolope (Bau-bau), bitule (Gorontalo), gadu (Bima), iwi (Sumba), dan kapak (Sasak).

Racun menjadi alasan kuat penyebab D. hispida tidak populer. Kaum muda khawatir terkena racun sehingga enggan mencoba olahan dari D. hispida ini. Alasan lain adalah proses pengolahan yang teliti dan panjang. Untuk membuang racun, D. hispida dijemur minimal selama tiga hari dengan terlebih dahulu diiris memanjang dan diletakkan dalam anyaman daun kelapa.

Selama dijemur tidak boleh terkena hujan karena D. hispida akan berubah menjadi hitam dan beracun. Setelah tiga hari, D. hispida kemudian direndam dalam air sungai selama satu hari, atau bisa juga direndam dalam air laut selama tiga jam.

Jika sudah diolah dengan baik, D. hispida akan menjadi hidangan sehat yang baik bagi penderita diabetes melitus. Mengapa? Sebab D. hispida tinggi serat yang bisa memperlambat penyerapan gula dalam darah. Kandungan seratnya berkisar 10 kali lipat beras dan 2 kali lipat jagung. 

Sumber :
Ilustrasi (http://anekakhaskediri.blogspot.co.id/2014/07/manfaat-dan-bahaya-ubi-gadung.html)
http://www.mongabay.co.id/2017/10/17/meski-mengandung-racun-ubi-magar-jadi-pangan-alternatif-di-sikka/
http://www.mongabay.co.id/2015/05/09/ubi-hutan-ini-beracun-tetapi-banyak-manfaat/


Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2017 All Right Reserved. Design by Paragraph