EN | ID
Ingat saya
JURNAL

5 Seni Budaya Indonesia Yang Mendunia

04 January 2020 kategori Jurnal

Penulis: Maslihan Seo

Dibaca: 199 Kali

Di Indonesia terdapat berbagai kelompok etnis, terdaftar lebih dari 1.430 kelompok etnis berdasarkan data Sensus BPS 2010. Hal ini membuat Indonesia kaya akan keanekaragaman dan seni. Setiap kelompok etnis memiliki karakteristik sendiri dan juga memiliki seni yang berbeda di setiap suku, dan ini merupakan daya tarik bagi wisatawan asing dan membuat seni dan karya asli Indonesia terkenal dan dicintai oleh negara lain.

Selain itu, ada juga orang yang telah melihat budaya tradisional negara ini dalam konteks melakukan penelitian terkait budaya dan adat istiadat, terutama oleh akademisi dari sejumlah universitas di luar negeri. Berikut ini lima di antaranya sudah terkenal di dunia.

1. Batik

Batik Indonesia, termasuk budaya dan teknologi dan pengembangan ide dan teknologi, telah diklasifikasikan sebagai warisan manusia budaya lisan dan non-budaya oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Sejak itu, Indonesia selalu merayakan hari patik nasional pada 2 Oktober.


Awalnya, batik pertama kali diperkenalkan ke dunia oleh mantan presiden Indonesia, Suharto, yang mengenakan batik di Konferensi PBB. Batik itu sendiri tidak hanya cocok dengan kain atau pakaian menggunakan motif yang dibuat dengan teknik pewarnaan tradisional. Namun, batik dalam budaya tradisional Jawa lebih penting sebagai teknik untuk membuat motif-motif ini, menggunakan warna alami "malam" dan alat "mantra" pada kain berserat alami. Hingga saat ini, batik terus mengalami pengembangan, baik dari segi motifnya atau cara mencapainya.

2. Angklung

Angklung adalah alat musik multi-nada (nada ganda) yang secara tradisional berkembang di masyarakat. Bahasa Sunda di bagian barat Jawa. Instrumen ini terbuat dari bambu, dibunyikan dengan goncangan (suara yang disebabkan oleh efek dari tubuh tabung bambu). Untuk menghasilkan suara bergetar yang diatur dalam nada 2.3, hingga 4 nada di setiap ukuran ringkas.

Angklung Indonesia telah menerima pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari warisan budayanya. Tidak ada benda atau warisan budaya takbenda. Ijazah ini secara resmi diserahkan di Jakarta, pada 19 Januari 2011. Sertifikat ini diserahkan oleh mantan Duta Besar Indonesia untuk UNESCO Tresna Dermawan Kunaefi kepada Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Noah. Tawfiq menyatakan bahwa Angklung populer di luar negeri. Negara-negara seperti Korea, Jepang, dan Malaysia. Angklung diberikan kepada anak-anak usia sekolah.

3. Boneka

Seni representatif asli dari Indonesia ini, dikembangkan di Jawa dan Bali, telah dikenal selama ratusan tahun. Prasasti balet yang sudah ada sejak abad keempat membuktikan keberadaan wayang pada saat itu, dengan pengamatan "Galigi Mawayang". Dalam perkembangannya, ada beberapa jenis boneka, seperti boneka bayangan, boneka layar, untuk boneka rakyat, dengan cerita yang berkembang juga.

Pada 7 November 2003, UNESCO juga menyadari bahwa wayang adalah salah satu budaya berbahasa Indonesia di "Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Kemanusiaan". Sampai sekarang, kita masih bisa melihat pertunjukan boneka. Bahkan, banyak program di stasiun TV swasta sering menyiarkan pertunjukan boneka, dengan rasa humor, membuatnya lebih menarik dan tidak ketinggalan zaman.

4. Reog

Seni ini masih kental dengan hal-hal yang berbau misterius dan berbau. Dalam pertunjukan tradisional yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, nomor biasanya menampilkan "warok" dan "gemblak". Kisah paling populer tentang asal Reog adalah ketika salah satu pelayan kerajaan Majapahit pada abad ke lima belas, bernama Ki Ageng Kutu, mengumpulkan dukungan populer untuk para pemberontak menggunakan Reog.

5. Tari Kecak

Tarian kecak biasanya disebut sebagai tarian "Cak" atau Tarian api adalah tarian kelompok atau tarian yang menghibur dan cenderung menjadi balet adalah seni drama dan tarian karena semuanya menggambarkan peran "Wayang" sebagai Rama Sita dan tidak secara khusus digunakan dalam ritual keagamaan Hindu seperti Ibadah, ibadah dan perayaan lainnya.

Bentuk "sakral" tarian kakak ini biasanya muncul dalam istilah kerauhan atau masolah yang bersifat supranatural dan karenanya tidak dibakar dengan api.

Tidak seperti tarian usang lainnya, gamelan digunakan sebagai iringan musik, tetapi dalam melakukan tarian ini kecak hanya mengumpulkan seni bunyi dari mulut atau berteriak seperti "cak cak ke cak cak ke" sehingga tarian itu disebut tari kecak.

 

Sumber artikel dari Ilmunik.com


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2020 All Right Reserved. Design by Paragraph