EN | ID
Ingat saya
JURNAL

Perubahan Iklim dan Dampak bagi Ketersediaan Air

28 March 2020 kategori Jurnal

Penulis: Willy Agustin

Dibaca: 187 Kali

Iklim menjadi masalah di setiap negara di seluruh belahan dunia. Banyak kerugian yang disebabkan oleh perubahan iklim yang sampai sekarang masih sulit diatasi walaupun sudah ditemukan cara efektif yang dapat digunakan. Permasalahan iklim membuat beberapa dampak pada kehidupan manusia. Salah satunya dalam bidang perairan. Masalah iklim yang ada membuat suhu bumi rata-rata semakin meningkat. Panasnya suhu yang semakin maningkat mengakibatkan sulitnya sumber air mengeluarkan air. Sumber-sumber air menjadi kering karena panasnya suhu yang ada.

Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam distribusi pola cuaca terhadaap suhu bumi secara menyeluruh, dengan dampak yang besar dan terjadi secara berkepanjangan. Peristiwa ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh alam, tetapi disebabkan oleh aktivitas manusia. Beberapa aktivitas manusia yang menyebabkan gas rumah kaca yang berlebih yaitu pembakaran bahan bakar fosil, limbah dan polusi, dan penggundulan hutan. Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak dan gas alam serta bensin merupakan polutan terbesar dari emisi karbon. Tempat pembuangan sampah adalah polutan gas metana terbesar di Indonesia. Rata-rata orang di Indonesia menghasilkan 0,7 kg sampah per hari. Sejumlah kotoran yang dihasilkan oleh peternakan menghasilkan gas beracun.

Perubahan iklim merupakan fenomena global yang ditandai adanya perubahan suhu dan pola curah hujan. Penyebab terbesar terjadinya perubahan iklim adalah meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di lapisan atmosfer seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH), dan nitrogen (NO) yang semakin meningkat. Gas rumah kaca yang ada menyerap radiasi gelombang panjang yang panas dan seiring dengan peningkatan gas rumah kaca, suhu permukaan bumi naik. Perubahan iklim global dapat menyebabkan pengaruh pola iklim dunia, distribusi hujan, arah dan kecepatan angin. Hal tersebut secara langsung akan berdampak pada kehidupan di permukaan bumi, seperti berkembangnya berbagai penyakit baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan, kekeringan, banjir, pengaruh produktivitas tumbuhan, dan lain sebagainya.

Konsekuensi adanya perubahan iklim adalah tantangan yang signifikan terhadap lingkungan, ekonomi global, dan kesehatan manusia dengan perubahan yang mempengaruhi generasi mendatang. Pembangunan berkelanjutan sangat krusial dalam kerangka mitigasi yang sukses terhadap perubahan iklim. Dampak yang ada meluas sampai di wilayah kecil yang berbatasan langsung dengan wilayah pantai. Hal ini juga berdampak terhadap generasi mendatang terhadap ancaman bahaya yang ada. Tindakan nyata dalam mitigasi bencana adalah fokus pada keadilan dan kesinambungan pembangunan dengan bekerja pada berbagai tingkatan, bekerja sama secara konstruktif pada tingkat internasional, dan kebijakan nasional yang kuat juga secara individual.

Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim tersebut diantaranya adalah semakin banyaknya penyakit seperti tifus, malaria, demam, dan lain sebagainya. Meningkatnya kuantitas bencana alam seperti banjir, longsor, kekeringan, angina kencang. Berkurangnya ketersediaan air, mengakibatkan adanya pergeseran musim dan perubahan pola hujan, menurunkan produktivitas pertanian dan perkebunan, meningkatnya temperature dapat menyebabkan kebakaran hutan, Mengancam biodiversitas dan keanekaragaman hayati

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi perubahan iklim yaitu yang pertama mengolah sampah dengan cara 3R (reduce, reuse, recycle). Reduce yaitu mengurangi pemakaian barang yang berpotensi menjadi limbah yang merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi penggunaan barang-barang yang kurang diperlukan seperti penggunaan sapu tangan untuk mengurangi penggunaan tisu. Reuse yaitu memilih barang yang dapat digunakan kembali dan menghindari penggunaan barang yang hanya sekali pakai. Recycle yaitu mendaur ulang barang yang sudah tidak dapat dipakai agar bisa dimanfaatkan kembali. Kedua mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi dan beralih menggunakan kendaraan umum, berjalan kaki, atau bersepeda. Ketiga yaitu menghemat penggunaan listrik di rumah seperti mematikan listrik yang tidak terpakai pada siang hari dan menggunakan lampu hemat energi. Keempat melakukan reboisasi di hutan yang gundul dan penanaman pohon di pekarangan rumah.

Indonesia merasakan dampak adanya perubahan iklim, yaitu menurunnya curah hujan serta peningkatan suhu di berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga menyebabkan kekeringan di berbagai daerah. Indonesia sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa sangat rentan terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim dapat menyebabkan kenaikan suhu di berbagai wilayah, dan berubahnya awal dan panjang musim hujan. Perubahan curah hujan di sebagia wilayah di Indonesia akan mengakibatkan pengaruh terhadap berbagai varietas di wilayah tersebut. Meningkatnya hujan pada musim hujan menyebabkan tingginya frekuensi kejadian banjir, sedangkan menurunnya hujan pada musim kemarau akan meningkatkan risiko kekekeringan.

Secara umum, kekeringan dapat ditinjau dari beberapa aspek. Dari aspek hidrometeorologi kekeringan terjadi karena berkurangnya curah hujan selama periode tertentu. Dari aspek pertanian kekeringan terjadi jika lengas tanah berkurang sehingga tanaman dapat kekurangan air. Lengas tanah adalah parameter yang menentukan potensi produksi tanaman yang berhubungan dengan kesuburan tanah. Sedangkan secara hidrologi, kekeringan ditandai dengan berkurangnya air pada sungai, waduk, atau danau.

Air merupakan sumber daya alam yang paling unik jika dibandingkan dengan sumber daya lain karena sifatnya yang terbarukan dan dinamis. Artinya sumber utama air yang berupa hujan akan selalu datang pada musimnya sesuai dengan waktu. Namun, pada kondisi tertentu air bisa bersifat tak terbarukan, misal pada kondisi geologi tertentu dimana proses perjalanan air tanah memerlukan waktu ribuan tahun, sehingga bila pengambilan air tanah dilakukan secara berlebihan, air akan habis. Curah hujan merupakan salah satu indikator adanya perubahan iklim di suatu wilayah. Perubahan iklim menyebabkan presipitasi yang tidak merata sehingga di daerah satu dengan daerah lain di muka bumi ada yang mengalami kenaikan curah hujan dan sebaliknya.

Pemanfaatan air tanah adalah langkah kedua setelah pengelolaan air permukaan dengan benar. Baik itu dari jumlah debit, pencegahan pencemaran, maupun penggunaan air untuk kebutuhan air minum. Tentu pelestarian air dilakukan adalah karena fungsinya dalam pemenuhan kebutuhan warga akan air yang berkualitas. Kualitas air yang memadai maka baru bisa difungsikan untuk kebutuhan kita. Air sehat dan bersih. Air sehat dan bersih yang harus dijaga. Di negeri Barat, air publik terjaga dan diolah segi higenisnya, maka bisa menjadi air minum tanpa perlu memasaknya. Pentingnya menjaga air dengan selalu bersih bisa dilakukan dengan beragam upaya, seperti menjaga kebersihan lingkungan, meminimalkan penggunaan bahan kimia. Jika membuang bahan kimia mesti dengan benar, tidak membuangnya ke sungai. Memanfaatkan air dengan bijak serta melakukan penanaman pohon. Pelibatan dan pemberdayaan masyarakat adalah inisiatif perusahaan untuk penguatan kemandirian sosial ekonomi masyarakat agar tercipta kohesi sosial. Beragam program dilakukan antara lain pertanian organik terpadu, usaha mikro dan koperasi, akses modal dan pasar, akses air bersih dan penyehatan lingkungan, serta tanggap bencana.

Cara pengelolaan sumberdaya air untuk menjaga kelangsungan dan keberadaan air. Konservasi sumberdaya air bertujuan untuk menjaga kelangsungan, keberadaan, daya dukung, daya tampung dan fungsi sumberdaya air. Hal tersebut dapat diraih dengan cara perlindungan dan pelestarian sumberdaya air, pengawetan air, pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Pendayagunaan sumberdaya air untuk memanfaatkan sumberdaya air secara berkelanjutan dengan mengutamakan pemenuhan pokok kehidupan masyarakat secara adil. Pendayagunaan sumberdaya air dilakukan melalui kegiatan penatagunaan, penyediaan, penggunaan dan pengembangan sumberdaya air dengan cara membangun waduk, membuat embung dan situ.

Pengendalian daya rusak air adalah upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan melalui perencanaan pengendalian daya rusak air yang disusun secara terpadu dan menyeluruh dalam pola pengelolaan sumberdaya air. Pengendalian daya rusak air dilakukan dengan cara penyeimbangan hulu dan hilir sungai sebagai upaya pencegahan mitigrasi bencana sebagai upaya penanggulangan dan upaya pemulihan melalui pengembalian fungsi lingkungan hidup dan prasarana sumberdaya air. Sistem informasi sumberdaya air untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi yang berkaitan dengan sumberdaya air, seperti kondisi hidrologis, hidrometeorologis, hidrogeologis, kebijakan sumberdaya air, teknologi, prasarana sumberdaya air, dan linkungan sumberdaya air.

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk melibatkan dan meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air. Hal tersebut dapat diupayakan dengan meningkatan pengetahuan, pemahaman serta kemampuan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air. Sebagai masyarakat dapat membantu keberlangsungan sumberdaya air dengan cara menghemat pemakaian air, membuat sumur dan kolam resapan, mengurangi penggunaan air tanah, tidak membuang sampah ke sungai, serta memelihara lingkungan sekitar.

Pada saat ini musim kemarau sudah hampir merata di seluruh penjuru Tanah Air. Terjadi krisis air bersih untuk kebutuhan hidup seharihari. Para petani mengalami hambatan karena kesulitan terhadap ketersedian air untuk lahan pertanian. Fenomena alam berupa pergantian musim kemarau dan musim hujan harus di sikapi dengan selalu bersyukur. Jika terjadi bencana kekeringan pada musim kemarau dan bencana banjir pada musim hujan, sebenarnya karena ulah manusia. Berkurangnya area resapan air karena alih fungsi lahan yang tidak dikendalikan menjadi salah satu penyebab berkurangnya ketersediaan air. Selain itu, harus diakui bahwa sebagian besar dari kita masih belum bijak dan hemat memanfaatkan air.

Air adalah sumber kehidupan bagi manusia. Hampir 70% permukaan bumi terdiri dari perairan dan manusia menggunakan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti minum, mandi, memasak, mencuci, dal lain sebagainya. Jika tidak ada air bersih maka manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya, seperti mengalami dehidrasi karena tidak dapat minum, gatal-gatal karena tidak mandi, dan banyak sumber penyakit yang berasal dari pakaian yang tidak dicuci. Agar kelestarian air bersih tetap terjaga maka hal yang harus dilakukan yaitu dengan cara menggunakan air seperlunya, menutup keran air setelah digunakan, dan tidak membuang sampah ke sungai.

Semakin banyak manusia yang membuang sampah sembarangan tanpa mau tau sampah itu akan lari kemana. Sungai yang dulunya tampak jernih sekarang mulai kotor karena sampah-sampah yang sangat banyak dan bau tidak sedap tercium di berbagai sudut kota. Kualitas air yang bersih mulai sulit ditemukan karena air telah tercemari oleh sampah-sampah. Kita sebagai generasi muda tentunya harus bisa mengatasi bagaimana cara menjaga kualitas air bersih agar kehidupan kita sehat dan tidak kehilangan sumber air bersih.

Pengaruh air ketika kualitasnya tidak lagi bersih yaitu bau yang tidak sedap tentunya sangat mengganggu, jika semua tempat bahkan di sudut-sudut kota tercium bau yang tidak sedap karena pencemaran air yang diakibatkan oleh sampah-sampah yang menumpuk. Pemandangan yang tidak lagi indah dipandang mata. Masalah kesehatan, ketika ada sampah pasti disitu ada lalat dan lalat tersebut tentu membawa bakteri dan penyakit yang mengganggu kesehatan kita. Tidak bisa mencuci baju dan lain sebagainya karena airnya sudah tercemar oleh sampah-sampah ataupun limbah. Air juga bisa menjadi sebuah bencana jika kita tidak menjaga kualitas kebersihannya. Maka dari itu kita harus menjaga keseimbangan dan kualitas air agar air bisa bersahabat dengan kita dan tidak menimbulkan bencana. Hal yang dapat mempengaruhi kualitas kerusakan air adalah :

1. Perusakan alam, khususnya hutan. Akhir-akhir ini banyak sekali manusia yang merusak hutan seperti penebangan liar demi kepentingan mereka sendiri tanpa mengerti jika kegiatan mereka secara langsung merusak bumi kita.

2. Pembuangan limbah pabrik. Banyak pabrik-pabrik besar tidak bisa memanfaatkan limbahnya, mereka cenderung membuang limbah mereka di sungai sehingga air sungai tercemar dan kualitas air bersihpun tidak bisa didapatkan oleh masyarakat sekitar.

Tata kelola sumber daya air yang efektif memerlukan adanya penataan ruang air dan pemecahan konflik kepentingan antara lain dengan pemanfaatan ruang antara manusia dan air, perlunya keseimbangan dalam hal pembangunan infrastruktur sumber daya air baik dari sisi lokasi maupun alokasi air, tata kelola sumber daya air didasarkan pada wilayah sungai dan penegakkan hukum terkait banyaknya pelanggaran di bidang sumber daya air, tata ruang dan lingkungan hidup serta mempertimbangkan aspek-aspek terkait secara terpadu dengan paradigma sosial. Untuk mencapai ketahanan air, diperlukan dukungan institusi, aturan dan peraturan, kemampuan untuk mengelola perubahan, struktur manajemen yang terus disesuaikan dan adanya kerjasama dengan semua pihak agar mampu mengintegrasikan kompleksitas sosial dan alam.

#bwkehati #hariairsedunia #bwchallenge


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2020 All Right Reserved. Design by Paragraph