EN | ID
Ingat saya
JURNAL

Upaya Sederhana Proteksi Demam Berdarah dengan Tapak Dara

27 April 2020 kategori Jurnal

Penulis: Prima Salim Widi Oktapiansyah

Dibaca: 212 Kali

Demam berdarah dengue atau DBD merupakan penyakit yang tidak bisa dianggap enteng, pasalnya resiko terburuk dari penyakit ini bahkan bisa menyebabkan kematian, jika tidak segera ditangani secara benar. Terlebih lagi, jika penyakit ini menyerang orang yang memiliki sistem imun tubuh yang rendah.

Seperti yang telah banyak diketahui, penyakit ini disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue disebarkan terhadap manusia melalui vektor (agen pembawa) nyamuk dari genus aedes, dan kasus yang paling sering terjadi adalah melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty. Kemudian keadaan iklim tropis di Indonesia sangat mendukung bagi nyamuk ini untuk berkembang biak sehingga lebih giat dan lebih banyak untuk menyabarkan virus. Selain itu, faktor percepatan penyebaran virus juga diinisiasi oleh: pertumbuhan penduduk, urbanisasi, minimnya sanitasi, perjalanan jauh lewat transportasi udara, dan kontrol nyamuk yang tidak efektif.

Mengingat daya sebar virus dengue yang cepat untuk wilayah tropis seperti di Indonesia, maka dibutuhkan langkah-langkah pencegahan yang sekiranya dapat memproteksi masyarakat dari kehadiran vektor nyamuk yang membawa virus. Langkah sederhana yang dapat kita lakukan adalah dengan menanam berbagai jenis tanaman aromatik yang aromanya tidak disukai oleh nyamuk. Salah satu jenis tanaman aromatik yang mudah kita jumpai adalah tanaman hias tapak dara yang memiliki nama latin Catharanthus roseus. Dimana, secara familiar ciri-ciri morfologi dari tanaman ini adalah merupakan semak dengan tinggi sekitar 1-2 meter; batangnya berkayu, bulat, dan bercabang-cabang dan umumnya memiliki bunga berwarna ungu.

Tanaman hias tapak dara memiliki efektivitas pengusir nyamuk yang sangat baik. Mengingat, tanaman ini memiliki kandungan insektisida alami berupa kandungan senyawa geraniol yang berpotensi besar memengaruhi kerja ganglia pada sistem syaraf sehingga nyamuk akan mengalami kelumpuhan dan mengakibatkan kematian. Selain itu, masih ada senyawa sitronellol yang menyebabkan nyamuk kehilangan sebagian besar dari cairan tubuhnya.

Maka dari itu, masyarakat diharapkan dapat melakukan upaya sederhana dalam memproteksi diri dan keluarganya dari penyebaran DBD, seperti menanam tanaman aromatik seperti tanaman hias tapak dara. Ini, merupakan hal yang sangat mudah dan hemat secara ekonomis.

Sumber:

http://www.eijkman.go.id/blog/demam-berdarah-dengue-problematika-interaksi-virus-pejamu-dan-vektor/

http://eprints.ums.ac.id/48075/18/naskah%20PUBLIKASI%20FIX.pdf

gambar: shuttershock.com

 

 


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2020 All Right Reserved. Design by Paragraph