EN | ID
Ingat saya
KATALOG

Cucak Kuning

05 January 2015

Katalog Kategori: Hewan

Penulis: Bagus Satrio

Dibaca: 1346 Kali

Cucak kuning (Pycnonotus melanicterus) adalah nama sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae. Burung ini juga dikenal umum sebagai kutilang emaspecampeor (Sd.) atau tempuruk kunyit (Mly.). Nama ilmiahnya adalah Pycnonotus melanicterus (Gmelin, 1789). Sementara dalambahasa Inggris disebut Black-crested Bulbul, merujuk pada jambulnya yang hitam. Cucak kuning diketahui mengalami penurunan spesies.

Cucak kuning adalah jenis cucak-cucakan yang memiliki kepala hitam dan merah pada tenggorokan -kecuali subspesies yang terdapat di Kalimantan, P.m. montis yang berwarna kuning. Kicauannya nyaring, ribut, indah, "hii-tii-hii-tii-wiit" dengan nada terakhir turun, dan "tee-tee-wheet-wheet", "whit-wheet-wit" dan campuran kombinasi antara kedua bunyi tersebut. Bisa juga berbunyi "whee-whee, whee-whee" dengan nada yang naik-turun. Memiliki perbedaan dengan cucak kuricang, bulu yang lebih panjang, perutnya yang berwarna kuning dan matanya berwarna putih. Sedangkan, warna bulu cucak kuricang kuning zaitun dan lebih sedikit. Tersebar luas di India, Cina, hingga Indonesia. Ditemui dari 0-500 mdpl. Ditemukan di hutan hujan, perbukitan dan dataran rendah. Memakan tetumbuhan, serangga, dan berkumpul dalam kelompok kecil.

Catatan:
Ras dengan tenggorokan merah dispar terdapat di Sumatera, Jawa, dan Bali. Ras dengan tenggorokan kuning montis terdapat di Kalimantan. Ras Asia mempunyai tenggorokan hitam. Pembagian jenis ini mungkin perlu ditinjau kembali. Beberapa pakar burung memperlakukan bentuk tenggorokan merah secara terpisah sebagai spesies tersendiri Cucak delima Pycnonotus dispar, sedangkan tenggorokan kuning sebagai Pycnonotus montis.

 

Photo by : Cucak Kuning, Taman Margasatwa Ragunan @ Muhammad Bagus Satrio

Source : Kutilang Indonesia, Burung Indonesia, Buku Panduan Identifikasi Burung Sumatera Kalimantan Jawa dan Bali


Cucak Kuning

---

Spesies:
Burung

Nama Local:
Cucak Kuning

Nama Latin:
Pycnonotus melanicterus (Gmelin, 1789)

Habitat:
Hutan dataran rendah dan perbukitan di Sumatera sampai ketinggian 1.200 m. Penetap yang umum di gunung-gunung di Kalimantan, ditemukan dari G. Kinabalu sampai Kayan hulu dan Lian Kubung. Di Jawa, lebih umum terdapat di Jawa barat dan Jawa bagian selatan. Di Bali jarang terlihat. Agak pemalu, menyukai kerimbunan daun dan pepohonan tinggi di pinggir hutan dan hutan sekunder.

Distribusi:
India, cina selatan, Asia tenggara, Semenanjung Malaysia, dan Sunda Besar.

Manfaat/Keunikan:


Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2020 All Right Reserved. Design by Paragraph