EN | ID
Ingat saya
JURNAL

Mudahnya Budidaya Tanaman Cabe secara Hidroponik

11 August 2018 kategori Jurnal

Penulis: ichszan mochammed

Dibaca: 65 Kali

Cabe merupakan tanaman yang sangat diminati oleh penduduk Indonesia, terutama dimanfaatkan untuk bumbu masakan dapur. Apalagi ketika mendekati perayaan perayaan besar,seperti sekarang, sebentar lagi kan sdh mau lebaran ya, volume konsumsi masyarakat Indonesia akan mengalami peningkatan yang bisa dibilang tinggi. Hal tersebut mempengaruhi harga pasar cabe yang akan melonjak tinggi dibanding biasanya.

Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang mulai tertarik untuk mulai menanam cabe, baik itu dikarenakan akan dijual kembali maupun minimal dikonsumsi untuk sendiri nantinya. Tetapi lahan yang kian menyempit menjadi kendala utama, apalagi di daerah perkotaan membatasi kita untuk bisa menanam cabe.

beberapa waktu yang lalu taman inspirasi sdh pernah mengunggah video tentang cara bercocok tanam secara hidroponik. masih ingat kan hidroponik itu apa? ( https://www.youtube.com/watch?v=m1Sc4UfyhXc). hidroponik adalah cara bercocok tanam dengan memanfaatkan air tanpa media tanah, tapi menekankan pada pemenuhan vitamin atau nutrisi tanaman agar dapat tumbuh. Jadi tanaman hidroponik tidak di tanam di tanah, namun bukan berarti tidak membutuhkan tanah melainkan tanah yang di campur dengan sekam,pupuk dsb. Saat ini menanam dengan metode hidroponik semakin digemari, dan lagi trend terutama untuk masyarakat perkotaan dan sekitarnya. Bertanam dengan metode hidroponik sangat cocok menjadi pilihan karena bertanam dengan metode ini caranya mudah dan tidak membutuhkan lahan yang luas.

Hal yang paling penting dalam sistem tanam hidroponik adalah pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman tersebut. mungkin bagi teman2 yg terkendala lahan, tidak ada salahnya mencoba menggunakan metode bertanam dengan metode hidroponik ini. Tanaman yang dapat ditanam dengan metode hidroponik sangat banyak jenisnya, salah satunya cabe. Untuk itu pada kesempatan ini saya akan mencoba membahas bagaimana cara menanam tanaman hidroponik cabai.

Berikut cara-cara menanam hidroponik tanaman cabe :

1. Persiapan Benih Cabe
Hasil yang bagus berasal dari benih yang bagus. Itulah faktor pertama yang mempengaruhi hasilnya nanti. Benih cabe bisa anda dapatkan dari berbagai tempat dan berbagai cara. Yang paling mudahnya bahkan anda dapat mengambil benih dari cabe yang ada di dapur anda.

Cabe yang dipilih untuk diambil bijinya yang ingin dijadikan benih, pertama kita keringkan dengan cara di angin-anginkan. Setelah cabe kering baru diambil bijinya dan masukkan ke dalam air, ambil biji yang tenggelam untuk dijadikan benih.

Cabe yang anda pilih untuk ditanam bebas sesuai selera anda, mau cabe rawit atau cabe keriting tetap sama prosesnya. Benih cabe bisa anda dapatkan juga dengan membeli di toko-toko pertanian di sekitar tempat tinggal anda. Atau anda bisa juga membeli secara online.

2. Penyemaian Benih Cabe
Setelah anda menyiapkan benih cabe langkah selanjutnya adalah penyemaian. Penyemaian cabe untuk ditanam dengan metode hidroponik sama prosesnya dengan penyemaian cabe yang menggunakan media tanah. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut:

- Rendam benih cabe yang akan disemai. Perendaman dilakukan bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan kecambah. Pastikan benih cabe yang digunakan adalah biji cabe yang tenggelam, untuk yang terapung anda dapat membuangnya.
Benih cabe lebih baiknya kita rendam dengan ditambahkan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang berguna untuk mempercepat pertumbuhan cabe.

-Setelah perendaman, bungkus benih cabe dengan menggunakan kain basah/tisu selama seharian. Ini dimaksudkan untuk mempercepat proses berkecambahnya benih cabe. Setelah kecambah muncul kemudian kita bisa lakukan penyemaian. Tempat untuk dijadikan tempat semai bisa anda dapatkan di toko pertanian atau menggunakan wadah plastik yang telah diberi media berupa sekam bakar atau sabut kelapa.

-Tabur benih ke media semai yaitu sekam bakar atau sabut kelapa yang anda gunakan tadi. Siram dengan air namun jangan sampai menggenang. Pastikan bahwa biji benih tenggelam dan tertutupi oleh sekam bakar atau sabut kelapa.
Letakkan persemaian benih cabe di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Siram setiap pagi sampai benih tumbuh dan siap ditanam.

3. Transplanting Tanaman Hidroponik Cabe
Transplanting merupakan suatu proses cara tanam cabe hidroponik yaitu pemindahan bibit dari media penyemaian menuju media yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman. Dalam cara tanam cabe hidroponik Anda harus menunggu daun semu hingga menjadi daun sejati biasanya Setelah bibit cabe berumur 21-24 hari, atau bibit cabe memiliki daun sebanyak 4-5 helai. barulah dapat dipindahkan ke media tanam yang hidroponik. Hal ini dimaksudkan supaya perakaran tanaman budidaya cabe hidroponik Anda sudah cukup kuat dan tanaman cabe tidak mudah layu. Taruhlah bibit tanaman yang baru mulai tumbuh tersebut pada tempat yang teduh, biarkan beradaptasi dengan cahaya matahari luar tanpa harus terkena cahaya secara langsung. Biarkan selama kurang lebih 5 sampai 7 hari kedepan. Baru kemudian setelah itu mulai perkenalkan dengan sinar matahari langsung secara bertahap.

4. Media tanam cabe hidroponik.
Jika bibit sudah siap untuk dipindah tanamkan, maka persiapkan media tanam untuk pertumbuhan cabe. Siapkan wadah berupa pot atau polibag dan sebagainya. Kemudian isilah dengan menggunakan media yang porous. Misal, sekam bakar yang telah dicampur dengan hidroton, zeloit, pecahan kerikil, pecahan genting, atau hanya sekam saja juga sudah cukup. Sedangkan untuk cara tanam cabe hidroponik, Anda dapat menggunakan sistem wick, deep water culture, polybag atau sistem pot yang penyiramannya dilakukan setiap hari.


5. Perawatan dan Pemberian Nutrisi Hidroponik
Perawatan tanaman yang meliputi penyiraman, pemasangan ajir, pemangkasan tunas dan Pemberian nutrisi. Pemasangan ajir dengan cara di tancapkan di tanah, jangan di polybagnya jika dipolybagnya dikawatirkan bisa merusak akar tanaman tersebut.

Nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik merupakan faktor terpenting dalam cara menanam hidroponik. Nutrisi hidroponik sebagian besar berisi campuran NPK yang terdiri dari nitrogen, fosfor, dan kalium. Anda dapat membeli nutrisi hidroponik di toko pertanian atau mencari melalui internet.

Nutrisi hidroponik kini sudah tersedia khusus untuk cabe, yang perlu diperhatikan adalah dosis penggunaan nutrisi tersebut. Lebih baiknya anda membaca terlebih dulu penggunaannya sesuai dosis yang diperlukan di tahap pertumbuhan tanaman cabe.

Dalam masa pertumbuhan tanaman cabe harus sering dicek agar ketersediaan nutrisi tetap terjaga dan tanaman terbebas dari hama dan penyakit. Ketersediaan larutan nutrisi jangan sampai habis atau mengering. Jika larutan nutrisi mulai berkurang anda dapat menambahnya.

KAPAN NUTRISI DIBERIKAN ?
Nutrisi yang diberikan untuk tanaman cabai hidroponik yaitu Ab Mix, terdapat dua jenis nutrisi Ab Mix yang biasa di jual di pasaran, yaitu nutrisi yang bersifat umum dan nutrisi yang bersifat khusus. Nutrisi yang bersifat umum terdiri dari dua tipe yaitu nutrisi untuk tanaman buah dan nutrisi untuk tanaman sayur.

Sedangkan nutrisi Ab Mix yang bersifat khusus adalah nutrisi yang sengaja di racik secara spesifik untuk jenis tanaman tertentu, seperti Ab mix tomat, Ab Mix terong, Ab Mix cabai, Karena kita membahas cabai maka gunakan yang cocok yaitu nutrisi khusus untuk cabai.
Berikan nutrisi ini setelah lewat usia 5 sampai 7 hari pada usia tanam supaya tanaman tidak kaget dengan nutrisi yang bisa jadi akan merusak tanaman cabai.

DOSIS PEMBERIAN NUTRISI UNTUK TANAMAN CABE HIDROPONIK :
Untuk awal pertumbuhan cabe hidroponik, gunakan nutrisi sebanyak 600 sampai 700 ppm atau berkisar 5 ml nutrisi A ditambah dengan 5 ml nutrisi B dan dicampurkan dengan 1 liter air. Banyaknya pemberian pupuk ini juga harus kamu sesuaikan dengan pertumbuhan tanaman cabai tersebut. Setiap sepuluh hari sekali kamu bisa menaikkan jumlah nutrisi ppm sedikit demi sedikit sampai maksimal pemberian nutrisi sampai 1260 sampai 1540 ppm.
Setiap seminggu sekali berikan tanaman dengan air yang tidak dicampuri nutrisi selama satu hari.

Cara Menambah dan Menaikkan Dosis Larutan Nutrisi Hidroponik

Nah, bagaimana cara menambah larutan nutrisi dan cara menaikkan dosis nutrisi hidroponik jika kita tidak menggunakan TDS Meter? Ya, disini kita perlu kecermatan dan harus telaten tentunya. Caranya dengan memperhatikan larutan nutrisi yang tersisa setiap 1 minggu sekali, kemudian dikira-kira saja berapa ml atau berapa liter yang tersisa. Pada 7 hari pertama larutan nutrisi belum banyak berkurang, hanya sekitar 150 – 200 ml. yang penting kita harus cermat dan teliti dalam menaikkan dosis nutrisi supaya tanaman tidak kekurangan atau kelebihan dosis.

Pada minggu berikutnya larutan nutrisi didalam tandon semakin cepat berkurang, seiring dengan pertumbuhan tanaman cabai yang semakin besar. Semakin lama umur tanaman dan semakin besar tanaman maka akar tanaman juga semakin banyak sehingga nutrisi yang diserap juga semakin banyak. Lakukan pengecekan secara berkala 2 atau 3 hari sekali, segera tambahkan larutan nutrisi jika isi tandon berkurang. Jangan sampai tandon kering dan tanaman kehabisan nutrisi. Perhatikan larutan nutrisi disiang hari, jika panas tandon ditutup menggunakan kardus atau bahan lain untuk menahan sinar matahari.

Air yang Baik Untuk Tanaman Hidroponik

Standardnya air yang layak digunakan untuk tanaman hidroponik adalah air sumur, air sungai atau air hujan atau air yang nilai ppm nya kurang dari 200. Dengan kata lain adalah air bersih yang tidak tercemar bahan lain, terutama bahan kimia. Air PAM masih bisa digunakan, dengan syarat harus diendapkan terlebih dahulu selama 1 atau 2 malam.

Pemberian Pupuk Daun
Untuk memenuhi kebutuhan tanaman cabai akan unsur hara mikro, maka tanaman perlu juga disepray pupuk daun setiap 1 minggu sekali atau 10 hari sekali. Penyemprotan pupuk daun sebaiknya dilakukan dari arah bawah daun agar unsur mikro pada pupuk daun tersebut mudah diserap oleh tanaman. Sebagaimana kita ketahui bahwa stomata sebagian besar terdapat dibawah permukaan daun.
Untuk penyemprotan pada budidaya cabe hidroponik dapat Anda lakukan dengan menggunakan pupuk daun. Pupuk daun berguna untuk memenuhi kebutuhan unsur hara mikro pada tanaman cabe. Jika tanaman telah memasuki fase generatif, lakukan penyemprotan dengan menggunakan pupuk buah. Berikut beberapa pupuk buah yang dapat Anda gunakan misalnya gandasil A/B, baifolan, POC, atau nasa.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit tanaman cabai, baik cabai besar, cabai keriting maupun cabai rawit itu sama. Baik metode konvensional maupun hidroponik juga sama. Perhatikan sesering mungkin kondisi tanaman, segera lakukan penanganan jika pada tanaman cabai terdapat hama atau penyakit. Semprot menggunakan pestisida nabati atau pestisida kimia sesuai dengan jenis hama dan penyakitnya.

Panen Cabai Rawit Hidroponik

Cabai hidroponik bisa dipanen sebagai cabai hijau atau merah, tergantung selera dan keperluan. Jika ingin dipanen hijau pada umur 85 hari setelah tanam buah cabai sudah bisa dipanen. Tapi jika ingin dipanen merah maka harus sedikit bersabar, sebab anda harus menunggu lebih lama. Pada umur 110 – 115 hari setelah tanam biasanya buah cabai sudah banyak yang berwarna merah.

Budidaya cabe hidroponik merupakan salah satu solusi dari mahalnya harga cabe di pasar, dengan melakukan budidaya cabe hidroponik kami berharap harga dan kebutuhan akan cabe bisa dipecah oleh kita sendiri tanpa mengharapkan campur tangan dari pemerintah, sekian informasi dari kami mengenai cara menanam cabe hidroponik semoga bisa membantu teman2 dalam memulai bertani dirumah. jangan lupa untuk membagikan video ini kepada yang lainnya agar semakin bermanfaat lagi untuk yang lainnya. tidak lupa pula untuk senantiasa berdoa kpd allah swt agar hasil yg kita peroleh lebih barokah. kami ucapkan terima kasih kepada teman2 semua dan wassalam.

 


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2018 All Right Reserved. Design by Paragraph