EN | ID
Ingat saya
JURNAL

Pentingnya Badak Sumatera Dilindungi

15 October 2019 kategori Jurnal

Penulis: Nenti Yasni Putri Ayu

Dibaca: 425 Kali

Pentingnya Badak Sumatera Dilindungi

Badak sumatera merupakan satu dari lima spesies badak tersisa di dunia, satu-satunya spesies dari marga Dicerorhinus. Badak sumatera dengan nama ilmiah Dicerorhinus sumatrensis merupakan spesies badak terkecil. Telah hidup di muka Bumi sejak 20 juta tahun silam. Badak ini bersifat  penyendiri (soliter). Badak sumatera memiliki dua cula. Cula pada hidung biasanya lebih besar berukuran 15-25 cm, sedangkan cula kedua berbentuk seperti sebuah pangkal. Sebagian besar tubuh, badak sumatera diselimuti rambut berwarna cokelat kemerahan. Zafir et al (2014) dan Kemenhut (2007) menyebutkan bahwa, Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) saat ini hanya ditemukan di Seulawah-Ulu masen, Ekosistem Leuser, Way Kambas, dan Bukit Barisan Selatan dengan jumlah populasi diperkirakan hanya 300 individu.

Ancaman terhadap badak yang ditemui adalah tingginya perburuan, perilaku perkembangangbiakan yang sangat lambat dan spesifik serta jenis pakan hewan tersebut. Menurut Cathy Dean selaku direktur lembaga Save the Rhino International, yang benar-benar mengancam populasi badak Sumatera adalah perusakan habitat mereka. "Dengan penebangan, pembuatan jalan, jumlah hutan yang tersedia kian susut. Sejujurnya sulit bagi mereka untuk menemukan pasangan dan kawin," kata Dean. IUCN mengatakan perburuan badak secara berlebihan untuk diambil culanya sebagai produk obat-obatan menyebabkan hewan itu terancam punah.

Seekor Badak sumatera jantan di cagar alam Sabah, Malaysia mati pada usia 30 tahun pada Senin (27/5/2019). Kematiannya disebabkan karena menderita gangguan hati dan ginjal selama beberapa waktu. Saat ini di cagar alam Sabah Badak sumatera tersisa satu ekor, yaitu badak betina bernama Iman.

 Banyaknya ancaman terhadap badak sehingga menyebabkan satwa ini menjadi langka. Peran badak dalam suatu ekosistem salah satunya adalah sebagai penyebar benih tanaman sehingga secara tidak langsung membantu reboisasi hutan. Maka perlu didakannya upaya untuk perlindungannya dengan berbagai cara yaitu : adanya upaya propagasi, penghentian perburuan, pengelolaaan habitat dan restorasi hutan yang baik, adanya dukungan pemerintah untuk mendukung pengelolaan habitat, studi dan habitat manajemen serta adanya pemantauan secara biologis, meningkatkan dukungan banyak berbagai pihak dan kepemimpinan yang kuat.

 

Referensi :

https://tirto.id/badak-sumatera-jantan-terakhir-di-malaysia-mati-pada-usia-30-tahun-d76A

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-48441385

https://www.mongabay.co.id/2019/05/17/darurat-penyelamatan-badak-sumatera-tidak-bisa-ditawar/

https://www.mongabay.co.id/2019/04/04/seberapa-bangga-anda-pada-badak-sumatera/

http://tfcasumatera.org/wp-content/uploads/2018/04/Prosiding-Strategi-Konservasi-Species-Sumatera-2015.pdf


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2019 All Right Reserved. Design by Paragraph