EN | ID
Ingat saya
ARTIKEL

Peringati Hari Migrasi Burung Sedunia, KEHATI Bersama Accenture Indonesia Lakukan Pengamatan Burung Air

24 May 2019 kategori Artikel

Penulis: BW Admin

Dibaca: 58 Kali

Peringati Hari Migrasi Burung Sedunia, KEHATI Bersama Accenture Indonesia Lakukan Pengamatan Burung Air

Jakarta-Dalam memperingati Hari Migrasi Burung Sedunia, Yayasan KEHATI (KEHATI) dan Accenture Indonesia melakukan pengamatan burung air di Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta (11/5). Kegiatan ini diikuti oleh karyawan Accenture dan pemerhati burung dari komunitas Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI.

Ini kali pertama Accenture di Indonesia melakukan kegiatan corporate social responsibility(CSR) di bidang keanekaragaman hayati. Sebelumnya, kegiatan CSR yang dilakukan banyak menyasar ke bidang kewirausahaan, kesiapan bekerja, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan. “Berdasarkan riset internal kepada karyawan kami, mereka lebih engaged ketika perusahaan peduli terhadap lingkungan. Sehingga acara ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi lingkungan, namun juga bagi karyawan Accenture,” ujar Managing Director Accenture Leonard Nugroho, selaku sponsor kegiatan CSR di Accenture Indonesia.

Memperingati Hari Burung Migrasi Dunia, Yayasan KEHATI bersama Accenture melakukan pengamatan burung air di Hutan Lindung Angke Kapuk Jakarta (11/5).

 

Bagi KEHATI, ini merupakan kegiatan pengamatan kedua di tahun 2019 setelah Asian Waterbird Census di bulan Januari. Pada kesempatan tersebut, KEHATI berhasil mendata 14 jenis burung air. Jumlah ini menurun jika dibandingkan hasil pengamatan di tahun 2016 yang berjumlah 15 jenis.

“KEHATI selalu mengajak sebanyak mungkin pihak untuk terlibat pada setiap peringatan hari besar lingkungan hidup yang dilakukan. Kami ingin agar pentingnya kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati dapat dipahami oleh semua pihak, termasuk pihak swasta,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos.

Perayaan tahun ini mengusung tema Protect Birds: Be the Solution to Plastic Pollution! Indonesia tentu menjadi sorotan, mengingat peranan penting Indonesia sebagai negara perlintasan migrasi baru (jalur terbang Asia Timur-Australia) dan penyandang status penyumbang sampah terbesar kedua di dunia (data Jambeck Research Group 2015). Jakarta sendiri sebagai ibu kota negara menyumbang sampah plastik sebesar 1.900 – 2.400 ton perhari. Belum lagi masifnya pembangunan infrastruktur yang terjadi di sekitar kawasan hutan lindung seperti perumahan, gedung-gedung perkantoran dan lain-lain.

Yayasan KEHATI bersama Accenture melakukan pengamatan burung air di Hutan Lindung Angke Kapuk Jakarta (11/5). Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Burung Migrasi Sedunia yang jatuh setiap awal bulan Mei.

 

Berdasarkan pengamatan terakhir, sampah plastik dan bau tidak sedap masih ditemukan di Hutan Lindung Angke Kapuk. Sampah plastik hasil limbah rumah tangga mendominasi dan mengakibatkan air laut berwarna hitam pekat serta bau menyengat. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kedepannya akan semakin mengganggu ekosistem yang ada, termasuk habitat ikan yang menjadi sumber pakan burung air.

“Jumlah spesies yang semakin menurun menunjukan terjadinya degradasi kualitas ekosistem di Hutan Lindung Angke Kapuk. Kami berharap permasalahan ini bisa segera diselesaikan dengan baik oleh Pemprov DKI Jakarta, mengingat peranan hutan lindung dalam menjaga keseimbangan ekosistem di sana,” tambah Riki.

Untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, KEHATI secara rutin mengampanyekan dan mengadvokasi pemangku kepentingan untuk mengurangi penggunaan plastik, salah satunya dengan mengganti kemasan plastik dengan besek yang terbuat dari bambu. Program yang sudah berlangsung selama satu tahun ini dinamakan program “back to besek.” Selain ramah lingkungan, program ini berhasil mengintegrasikan program restorasi lahan serapan dan pemberdayaan masyarakat di hulu dengan program lingkungan di hilir.

Tentang KEHATI

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) sejak 12 Januari 1994 berdiri untuk menghimpun dan mengelola sumberdaya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan. 

Keberadaan KEHATI erat kaitannya dengan komitmen Indonesia dalam melaksanakan Konvensi Keanekaragaman Hayati, yang dihasilkan dari KTT Bumi di Rio de Janeiro pada tahun 1992 dan Deklarasi Tokyo tahun 1993. Sesuai dengan kesepakatan dalam Deklarasi Tokyo, Pemerintah Amerika Serikat memberikan dukungan untuk konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia, yang selanjutnya menjadi cikal bakal keberadaan organisasi KEHATI. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk dana cadangan abadi (endowment fund), yang selanjutnya diputar di pasar modal dalam bentuk saham dan obligasi.

Hasil dari perputaran dana ini diperoleh imbalan yang dipakai untuk membiayai program bantuan hibah yang dilaksanakan oleh mitra KEHATI. Bantuan KEHATI dapat berbentuk dana hibah, tenaga ahli, konsultasi dan berbagai bentuk fasilitasi bagi kegiatan LSM, KSM, lembaga penelitian, pendidikan dan pelatihan serta berbagai organisasi dan komponen masyarakat madani yang memiliki program dan kegiatan sejalan dengan program KEHATI, pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara adil dan berkelanjutan.

Ada empat misi yang disandang KEHATI, antara lain: peningkatan kesadartahuan dan pemahaman untuk mendorong pengubahan perilaku masyarakat; penggalangan, pengelolaan dan penyaluran sumber daya; pemberdayaan lembaga masyarakat; dan pemberian dukungan kepada pertumbuhan gerakan ekonomi berbasis sumber daya alam terbarukan. KEHATI melaksanakan program-programnya melalui pendekatan ekosistem, yang mencakup ekosistem hutan, pertanian, serta ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil.

Berbagai bentuk kerja sama dijalin dengan lembaga-lembaga yang dapat mendukung misi KEHATI, seperti pemerintah pusat dan daerah, komunitas bisnis, perguruan tinggi, LSM/KSM, asosiasi profesi, maupun media massa.


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2019 All Right Reserved. Design by Paragraph