EN | ID
Ingat saya
JURNAL

Ubur-Ubur Air Tawar

13 April 2017 kategori Jurnal

Penulis: Ayu Tantri Winna Asmara

Dibaca: 1375 Kali

Danau kakaban adalah merupakan danau prasejarah ,yang diperkirakan terjadi saat  zaman peralihan holosin. Danau Kakaban dahulunya memang  berisi air laut yang terjebak . Luas Pulau Kakaban  sekitar 5 Km² ,dikelilingi dinding karang terjal setinggi kurang lebih 50 meter, sehingga air laut yang ada di dalam tidak bisa keluar. Proses selama 2 juta tahun air laut tersebut akhirnya menjadikan air yang terkandung tersebut berubah payau bahkan tawar  diakibatkan oleh percampuran air tanah dan air hujan.

Karena proses perubahan dan evolusi yang cukup lama, maka danau yang semula berisi air laut tersebut lama-kelamaan sebagian besar airnya menjadi lebih tawar dari air laut di sekitarnya.Sehingga fauna laut di dalamnya juga melakukan evolusi untuk beradaptasi dengan lingkungannya  untuk dapat bertahan hidup.

Danau unik ini memiliki empat jenis ubur-ubur, salah satunya adalah ubur-ubur jenis Cassiopea. Ubur-ubur Pulau Kakaban melakukan simbiosis mutualisme dengan algae , menempatkan algae pada bagian kakinya, karena ganggang berkepentingan untuk mendapatkan matahari sebagai sarana melakukan fotosistesa, sang ubur-ubur akhirnya berjalan terbalik, dengan kaki ke atas dan kepala ke bawah. Cara berjalan yang unik inilah yang menarik karena berperilaku aneh demi mempertahankan hidup mereka. Ubur-ubur umumnya memiliki kemampuan untuk menyengat, tapi hal itu sangat berbeda dengan ubur-ubur di danau ini, dia sudah kehilangan daya sengatnya.


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2019 All Right Reserved. Design by Paragraph